Surabaya - Dengan visi untuk memberi bekal pengetahuan bagi Kepala Satuan Pendidikan, Wakasek, para guru dan Kepala Tata Usaha tentang konsep, metode, serta perspektif baru yang sudah teruji efektivitasnya untuk peningkatan jumlah siswa baru saat kegiatan PPDB, Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS) menggelar kegiatan Workshop bertajuk “Creative Marketing in School: Target, Strategi dan Eksekusi di Ruang Hall YBBS, Kamis, (30/1/2025).
Kegiatan diikuti ± 30 orang dan dibuka langsung oleh Iwan Sabatini, M.Si., selaku Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS). Dalam sambutannya Bapak Iwan mengatakan bahwa kegiatan workshop marketing ini sangat penting bagi Bapak dan Ibu guru di masing-masing unit yang saat ini tengah menjalani kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Bapak dan ibu guru, momen hari ini sungguh menjadi momen yang sangat penting bagi Anda untuk terus meningkatkan kompetensi dalam hal marketing sekolah. Semoga akan berdampak pada peningkatan jumlah siswa baru di tahun ajaran 2025/2026 ini,” ungkapnya.
Dalam workshop marketing sekolah tersebut, para guru mendapatkan materi berharga seputar Integrated Marketing Communication (IMC) dan Customer Experience Mapping (CEM). Paparan materi diberikan langsung oleh trainer F.X. Rudy Prasetya, S.S.,M.Med.Kom. Narasumber adalah seorang trainer berpengalaman yang berfokus pada kajian dan penelitian school marketing dan school branding.
“Saat ini persaingan ”industri” jasa pendidikan, khususnya pada tingkat sekolah-sekolah swasta (TK, SD, SMP, SMA, dan SMK) sudah semakin hypercompetitive. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu guru bisa menerapkan strategi marketing sekolah saat PPDB secara terintegrasi. Gunakan strategi IMC yang meliputi Advertising, Humas, Sales Promotion, Personal Selling, dan Direct Marketing secara terpadu,” ujar trainer yang biasa disapa Rudy ini.
Rudy menilai yang terjadi di lapangan saat kegiatan PPDB berlangsung adalah seringnya muncul miskonsepsi di antara para guru. Misalnya, para guru masih sering menggunakan pola marketing inertia dan marketing myopia. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi. Gunakan pola yang baru dan berfokuslah pada long term marketing serta big future sekolah.
Rudy berharap YBBS semakin kompak dan solid untuk mempunyai tim marketing yang kreatif saat PPDB. “Kegiatan PPDB itu sebenarnya adalah upaya sekolah mengubah just customer menjadi soulmate customer. Poin ini menjadi kata kunci. Tidak bisa dilakukan setengah-setengah, tidak bisa dilakukan sendirian, dan tidak bisa dilakukan kapan-kapan. Oleh karena, sekolah tanpa menggunakan strategi marketing akan dikalahkan oleh sekolah lain yang menggunakan strategi marketing,” pesannya inspiratif.