Dimasa Pandemi tidak menyurutkan guru Barunawati untuk terus berinovasi. Salah satu Inovasi tersebut, dengan membuat studio mini dirumah, yang dilakukan secara live streaming kepada murid-muridnya, serta di upload di youtube SMP Barunawati Surabaya.
PERAK - Masa Pandemi (covid-19) memang berimbas besar terhadap dunia pendidikan, yang mengharuskan kita untuk menjaga jarak dan tidak berkerumun. Menindaklanjuti surat walikota Surabaya dan arahan dari Dinas Pendidikan, terkait kegiatan work form home (WFH), maka Barunawati sebagai lembaga pendidikan Surabaya yang beralamat di Jalan Perak Barat nomor 173 Surabaya, siap mematuhi aturan yang ada, dengan menginstruksikan ke pada seluruh guru untuk menjalankan proses belajar mengajar dalam sistem daring (dalam jaringan) dari rumah. Sebagai guru yang selalu Kreatif dan Inovasi untuk memberikan pembelajaran yang sesuai bagi anak didiknya, sekolah Barunawati memfasilitasi guru yang membuat studio mini dirumah. Kepala SMP Barunawati Surabaya, Marina Kurniasari, S.Pd mengatakan, video interaktif dibuat dengan tujuan agar para siswa tidak bosan dalam mengikuti materi pelajaran. Dengan variasi yang berbeda, pembelajaran akan lebih menarik dan tidak membosankan. "Untuk itu saya menghimbau guru-guru agar lebih kreatif dalam membuat vidio, yang bisa setiap harinya di upload di youtube Barunawati agar menarik minat anak untuk belajar." tuturnya Senin (14/9). Guru Bahasa Inggris, Faradhila Ludfian Putri S.Pd,. mengaku, dengan membuat video pembelajaran interaktif dirinya menjadi lebih kreatif dalam memberikan pelajaran kepada siswa. ungkapnya. " Dalam kesempatan itu pula, Ketua Pengurus Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS) Andito Sutarto berharap, semoga pandemi (covid-19) segera berakhir agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan normal. “Dan Barunawati tetap menjadi Barunawati yang sehat, bersih sehingga dapat menjadi percontohan bagi sekolah lainnya. Sekolah Barunawati Siap dengan sarana dan prasarana Covid-19 serta penerapan Protokol kesehatan apabila diberlakukan Pembelajaran Tatap Muka,” tutupnya. (agn)